[{"data":1,"prerenderedAt":192},["ShallowReactive",2],{"site-footer-license":3,"site-header":7,"article-mengenal-bahasa-pemrograman-python-with-latest":41},{"name":4,"url":5,"show":6},"CC BY-SA","https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/",false,{"navigations":8},[9,24],{"collection":10,"item":11},"series",{"__typename":10,"title":12,"slug":13,"children_series":14},"Artikel","all",[15,18,21],{"title":16,"slug":17},"Algoritma dan Struktur Data","algoritma-struktur-data",{"title":19,"slug":20},"Konsep Dasar Pemrograman","konsep-dasar-pemrograman",{"title":22,"slug":23},"Kecerdasan Artifisial","kecerdasan-artifisial",{"collection":10,"item":25},{"__typename":10,"title":26,"slug":27,"children_series":28},"Tutorial","tutorial",[29,32,35,38],{"title":30,"slug":31},"Belajar Java","belajar-java",{"title":33,"slug":34},"Belajar Pascal","belajar-pascal",{"title":36,"slug":37},"Belajar Python","belajar-python",{"title":39,"slug":40},"Belajar Golang","belajar-golang",{"article":42,"renderedBody":122,"renderedTakeaway":123,"latestArticles":124,"toc":175},{"id":43,"title":44,"slug":45,"excerpt":46,"published_at":47,"thumbnail_image":48,"tags":50,"reading_time":55,"takeway":56,"body":57,"authors":58,"series":64},"80","Mengenal Bahasa Pemrograman Python","mengenal-bahasa-pemrograman-python","Python didesain sedemikian rupa sehingga sintaksnya mudah terbaca dan sangat manusiawi. Tidak seperti bahasa lain yang punya banyak simbol asing.","2021-01-30T13:26:10.000Z",{"id":49},"5991bbf8-ba17-4afd-bd6f-20e59d5fc84e",[51,52,53,54],"python","intro","pemrograman","dasar",3,null,"Python, salah satu bahasa pemrograman yang bisa digunakan oleh siapa saja. Dengan sintaks yang sederhana sehingga cocok untuk para pemula. Pada kesempatan kali ini kita akan coba kenalan dulu dengan Python. Mulai dari pengertian, sejarah, sampai fitur-fiturnya. Oke langsung lanjuutt.\n\n## Apa sih Python itu?\n\nPython adalah salah satu bahasa pemrograman **tingkat tinggi** dengan sintaks yang mudah dibaca. Python juga termasuk ***interpreted language*** karena Python tidak membutuhkan proses kompilasi untuk berjalan.\n\nPython didesain sedemikian rupa sehingga sintaksnya mudah terbaca dan sangat manusiawi. Tidak seperti C++ atau Java yang membutuhkan banyak simbol, kode Python lebih terlihat bersih karena menggunakan indentasi sebagai penanda blok perintah.\n\nUntuk sedikit gambaran tentang bagaimana sih sintaks Python itu, berikut bisa dilihat perbandingannya dengan C++. Kedua kode ini digunakan untuk mencetak angka 1 sampai 10.\n\n```cpp\n#include \u003Ciostream>\nvoid main(){\n  for (int i=1; i\u003C11; ++i){\n    std::cout \u003C\u003C i \u003C\u003C std::endl;\n  }\n}\n```\n\nSekarang kita tulis ulang menggunakan Python\n\n```python\nfor i in range(1,11):\n  print(i)\n```\n\nSilahkan bandingkan dan lihat kira-kira mana yang lebih mudah dibaca hehe...\n\n## Sejarah Bahasa Python\n\nBahasa pemrograman multi guna ini pertama kali dirintis oleh Guido van Rossum pada 1991, sampai sekarang masih dikembangkan oleh *[Python Software Foundation](https://www.python.org/)*. Dengan segala fitur dan kemudahannya.\n\nPada akhir 1980-an Guido van Rossum memulai pembuatan Python sebagai hobi saat natal. Python terinspirasi dari bahasa pendahulunya yaitu ABC. Rossum mengambil sisi baik dari bahasa pemrograman ABC termasuk gaya penulisannya.\n\nPython 2.0 dirilis pada 16 Oktober 2000 dengan banyak fitur baru untuk memenuhi kebutuhan komputasi saat itu.\n\nPython 3.0 dirilis pada 3 Desember 2008, tetapi sayangnya banyak kode dari Python 2.0 yang tidak cocok dengan versi terbaru ini, sehingga untuk membuat kode yang benar-benar kompatibel harus dilakukan alih bahasa dari versi 2 ke versi 3 terlebih dahulu.\n\nSampai saat tulisan ini dibuat, versi terbaru dari bahasa Python adalah versi 3.9.0 yang dirilis pada 5 Oktober 2020.\n\n## Fungsi Bahasa Python\n\nPython sendiri merupakan bahasa yang **multi fungsi**. Dapat digunakan oleh semua kalangan mulai dari pemula hingga mereka yang *expert*. Ini dikarenakan sintaks Python yang **sederhana** sehingga bisa disusun sedemikian rupa menjadi sesuatu yang kompleks dan berguna.\n\nBeberapa kegunaan bahasa Python antara lain:\n\n* Belajar pemrograman\n* Pengembangan web\n* Pengembangan game\n* Pengembangan perangkat lunak\n* Perhitungan dan penelitian\n* Kecerdasan buatan dan *machine learning*\n\nDaaan masih banyak yang lainnya...\n\n## Kenapa Harus Belajar Python?\n\nPertanyaan ini silahkan dijawab sendiri-sendiri ya hehe...\n\nYang jelas Python ini sangat cocok untuk belajar konsep dasar pemrograman. Apalagi bahasa ini mudah dipelajari karena sintaksnya yang sederhana dan mudah dibaca. Walaupun begitu fungsinya tidak kalah dengan bahasa lain yang lebih kompleks.\n\nBerdasarkan pengalaman, python juga banyak digunakan di beberapa jurusan kuliah loh. Bahkan diluar jurusan informatika, sistem informasi, dan sejenisnya. Beberapa teman anak teknik industri bahkan teknik pertanian juga mempelajari Python. Kurang tahu juga digunakan untuk apa tetapi sepertinya digunakan sebagai alat pengolah data (pengganti matlab mungkin?).\n\nSekedar belajar untuk menambah pengetahuan atau sekedar hobi juga sah-sah saja  Python itu menyenangkan untuk dipelajari, dan kalau kalian cukup kreatif bisa jadi menghasilkan sesuatu dari ketikan kode kalian. Daripada waktu luang dipake maen game mending coba buat game yakan hehe...\n\n## Penutup\n\nMungkin cukup sekian untuk perkenalan dengan bahasa Python-nya. Semoga bermanfaat \n\nSelanjutnya kita akan coba untuk melakukan [instalasi Interpreter Python 3](https://invasikode.com/menginstal-python-3-di-windows-dan-linux/) di perangkat kita masing masing. See ya..",[59],{"authors_id":60},{"name":61,"slug":62,"role":63,"profile_picture":56},"Daffa Izzuddin","izzudd","Writer",{"id":65,"title":66,"slug":67,"articles":68,"parent_series":100},"16","Berkenalan dengan Bahasa Python","python-intro",[69,72,82,91],{"id":43,"title":44,"slug":45,"excerpt":46,"thumbnail_image":70,"tags":71},{"id":49},[51,52,53,54],{"id":73,"title":74,"slug":75,"excerpt":76,"thumbnail_image":77,"tags":79},"81","Instalasi Python 3 di Windows dan Linux","instalasi-python-3-di-windows-dan-linux","Python 3 ini fungsinya sebagai interpreter dari *script* python agar kode yang kita buat bisa dijalankan.",{"id":78},"cd603384-0f8d-43e9-81c4-49a2cbc8ecf5",[51,80,81],"instalasi","tooling",{"id":83,"title":84,"slug":85,"excerpt":86,"thumbnail_image":87,"tags":89},"82","Bermain dengan Interpreter Python","bermain-dengan-interpreter-python","Python punya interpreter interaktif yang dapat kita gunakan untuk mengeksekusi kode python secara langsung di terminal.",{"id":88},"cd64368d-e008-4c1e-911c-c5184bd4ebb6",[51,90,81,27],"cli",{"id":92,"title":93,"slug":94,"excerpt":95,"thumbnail_image":96,"tags":98},"83","Mengenal Sintaks Dasar Bahasa Python","mengenal-sintaks-dasar-bahasa-python","Penulisan kode python tidak sembarangan, ada beberapa aturan sintaks yang harus kita ikuti agar program tidak error.",{"id":97},"238b7ebc-6c79-4848-836c-fbb9f4aa1976",[51,99,54],"syntax",{"id":101,"title":36,"slug":37,"parent_series":102,"children_series":104},"10",{"id":103,"title":26,"slug":27,"parent_series":56},"1",[105,106,110,114,118],{"id":65,"title":66,"slug":67,"cover_image":56},{"id":107,"title":108,"slug":109,"cover_image":56},"17","Variabel, Tipe Data, dan Operasi","python-variabel-tipe-data",{"id":111,"title":112,"slug":113,"cover_image":56},"18","Menggunakan Script Python","python-pemrograman-dengan-script",{"id":115,"title":116,"slug":117,"cover_image":56},"19","Struktur Kontrol","python-struktur-kontrol",{"id":119,"title":120,"slug":121,"cover_image":56},"20","Pemrograman Fungsional dengan Python","python-pemrograman-fungsional","\u003Cp>Python, salah satu bahasa pemrograman yang bisa digunakan oleh siapa saja. Dengan sintaks yang sederhana sehingga cocok untuk para pemula. Pada kesempatan kali ini kita akan coba kenalan dulu dengan Python. Mulai dari pengertian, sejarah, sampai fitur-fiturnya. Oke langsung lanjuutt.\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"apa-sih-python-itu\">Apa sih Python itu?\u003C/h2>\n\u003Cp>Python adalah salah satu bahasa pemrograman \u003Cstrong>tingkat tinggi\u003C/strong> dengan sintaks yang mudah dibaca. Python juga termasuk \u003Cem>\u003Cstrong>interpreted language\u003C/strong>\u003C/em> karena Python tidak membutuhkan proses kompilasi untuk berjalan.\u003C/p>\n\u003Cp>Python didesain sedemikian rupa sehingga sintaksnya mudah terbaca dan sangat manusiawi. Tidak seperti C++ atau Java yang membutuhkan banyak simbol, kode Python lebih terlihat bersih karena menggunakan indentasi sebagai penanda blok perintah.\u003C/p>\n\u003Cp>Untuk sedikit gambaran tentang bagaimana sih sintaks Python itu, berikut bisa dilihat perbandingannya dengan C++. Kedua kode ini digunakan untuk mencetak angka 1 sampai 10.\u003C/p>\n\n\u003Cdiv class=\"code-block-wrapper my-6 not-prose rounded-xl border-2 border-black dark:border-gray-600 shadow-neo overflow-hidden bg-[#24292e] text-[#e1e4e8] transition-all\">\n  \u003Cdiv class=\"code-block-header flex items-center justify-between px-4 py-2.5 bg-[#1f2428] border-b-2 border-black dark:border-gray-600 font-mono text-xs font-bold text-gray-300 select-none\">\n    \u003Cdiv class=\"flex items-center gap-2\">\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#ff5f56] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#ffbd2e] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#27c93f] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"ml-2 font-mono font-bold text-xs uppercase tracking-wider text-gray-300\">CPP\u003C/span>\n    \u003C/div>\n    \u003Cbutton type=\"button\" class=\"copy-code-btn flex items-center gap-1.5 px-3 py-1 text-xs font-bold bg-[#2f363d] text-gray-200 border-2 border-black dark:border-gray-500 rounded-lg shadow-neo-sm hover:translate-x-0.5 hover:translate-y-0.5 hover:shadow-none hover:bg-gray-700 transition-all cursor-pointer\" data-code=\"%23include%20%3Ciostream%3E%0Avoid%20main()%7B%0A%20%20for%20(int%20i%3D1%3B%20i%3C11%3B%20%2B%2Bi)%7B%0A%20%20%20%20std%3A%3Acout%20%3C%3C%20i%20%3C%3C%20std%3A%3Aendl%3B%0A%20%20%7D%0A%7D\" title=\"Salin kode\">\n      \u003Csvg class=\"w-3.5 h-3.5 copy-icon-svg\" fill=\"none\" stroke=\"currentColor\" viewBox=\"0 0 24 24\">\n        \u003Cpath stroke-linecap=\"round\" stroke-linejoin=\"round\" stroke-width=\"2\" d=\"M8 16H6a2 2 0 01-2-2V6a2 2 0 012-2h8a2 2 0 012 2v2m-6 12h8a2 2 0 002-2v-8a2 2 0 00-2-2h-8a2 2 0 00-2 2v8a2 2 0 002 2z\">\u003C/path>\n      \u003C/svg>\n      \u003Cspan class=\"copy-text\">Copy\u003C/span>\n    \u003C/button>\n  \u003C/div>\n  \u003Cdiv class=\"code-block-content p-4 overflow-x-auto text-sm font-mono leading-relaxed bg-[#24292e]\">\n    \u003Cpre class=\"shiki github-dark\" style=\"background-color:#24292e;color:#e1e4e8\">\u003Ccode>#include &lt;iostream&gt;\nvoid main(){\n  for (int i=1; i&lt;11; ++i){\n    std::cout &lt;&lt; i &lt;&lt; std::endl;\n  }\n}\u003C/code>\u003C/pre>\n  \u003C/div>\n\u003C/div>\u003Cp>Sekarang kita tulis ulang menggunakan Python\u003C/p>\n\n\u003Cdiv class=\"code-block-wrapper my-6 not-prose rounded-xl border-2 border-black dark:border-gray-600 shadow-neo overflow-hidden bg-[#24292e] text-[#e1e4e8] transition-all\">\n  \u003Cdiv class=\"code-block-header flex items-center justify-between px-4 py-2.5 bg-[#1f2428] border-b-2 border-black dark:border-gray-600 font-mono text-xs font-bold text-gray-300 select-none\">\n    \u003Cdiv class=\"flex items-center gap-2\">\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#ff5f56] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#ffbd2e] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"w-3 h-3 rounded-full bg-[#27c93f] border border-black/40 inline-block\">\u003C/span>\n      \u003Cspan class=\"ml-2 font-mono font-bold text-xs uppercase tracking-wider text-gray-300\">PYTHON\u003C/span>\n    \u003C/div>\n    \u003Cbutton type=\"button\" class=\"copy-code-btn flex items-center gap-1.5 px-3 py-1 text-xs font-bold bg-[#2f363d] text-gray-200 border-2 border-black dark:border-gray-500 rounded-lg shadow-neo-sm hover:translate-x-0.5 hover:translate-y-0.5 hover:shadow-none hover:bg-gray-700 transition-all cursor-pointer\" data-code=\"for%20i%20in%20range(1%2C11)%3A%0A%20%20print(i)\" title=\"Salin kode\">\n      \u003Csvg class=\"w-3.5 h-3.5 copy-icon-svg\" fill=\"none\" stroke=\"currentColor\" viewBox=\"0 0 24 24\">\n        \u003Cpath stroke-linecap=\"round\" stroke-linejoin=\"round\" stroke-width=\"2\" d=\"M8 16H6a2 2 0 01-2-2V6a2 2 0 012-2h8a2 2 0 012 2v2m-6 12h8a2 2 0 002-2v-8a2 2 0 00-2-2h-8a2 2 0 00-2 2v8a2 2 0 002 2z\">\u003C/path>\n      \u003C/svg>\n      \u003Cspan class=\"copy-text\">Copy\u003C/span>\n    \u003C/button>\n  \u003C/div>\n  \u003Cdiv class=\"code-block-content p-4 overflow-x-auto text-sm font-mono leading-relaxed bg-[#24292e]\">\n    \u003Cpre class=\"shiki github-dark\" style=\"background-color:#24292e;color:#e1e4e8\" tabindex=\"0\">\u003Ccode>\u003Cspan class=\"line\">\u003Cspan style=\"color:#F97583\">for\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#E1E4E8\"> i \u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#F97583\">in\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#79B8FF\"> range\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#E1E4E8\">(\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#79B8FF\">1\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#E1E4E8\">,\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#79B8FF\">11\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#E1E4E8\">):\u003C/span>\u003C/span>\n\u003Cspan class=\"line\">\u003Cspan style=\"color:#79B8FF\">  print\u003C/span>\u003Cspan style=\"color:#E1E4E8\">(i)\u003C/span>\u003C/span>\u003C/code>\u003C/pre>\n  \u003C/div>\n\u003C/div>\u003Cp>Silahkan bandingkan dan lihat kira-kira mana yang lebih mudah dibaca hehe...\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"sejarah-bahasa-python\">Sejarah Bahasa Python\u003C/h2>\n\u003Cp>Bahasa pemrograman multi guna ini pertama kali dirintis oleh Guido van Rossum pada 1991, sampai sekarang masih dikembangkan oleh \u003Cem>\u003Ca href=\"https://www.python.org/\">Python Software Foundation\u003C/a>\u003C/em>. Dengan segala fitur dan kemudahannya.\u003C/p>\n\u003Cp>Pada akhir 1980-an Guido van Rossum memulai pembuatan Python sebagai hobi saat natal. Python terinspirasi dari bahasa pendahulunya yaitu ABC. Rossum mengambil sisi baik dari bahasa pemrograman ABC termasuk gaya penulisannya.\u003C/p>\n\u003Cp>Python 2.0 dirilis pada 16 Oktober 2000 dengan banyak fitur baru untuk memenuhi kebutuhan komputasi saat itu.\u003C/p>\n\u003Cp>Python 3.0 dirilis pada 3 Desember 2008, tetapi sayangnya banyak kode dari Python 2.0 yang tidak cocok dengan versi terbaru ini, sehingga untuk membuat kode yang benar-benar kompatibel harus dilakukan alih bahasa dari versi 2 ke versi 3 terlebih dahulu.\u003C/p>\n\u003Cp>Sampai saat tulisan ini dibuat, versi terbaru dari bahasa Python adalah versi 3.9.0 yang dirilis pada 5 Oktober 2020.\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"fungsi-bahasa-python\">Fungsi Bahasa Python\u003C/h2>\n\u003Cp>Python sendiri merupakan bahasa yang \u003Cstrong>multi fungsi\u003C/strong>. Dapat digunakan oleh semua kalangan mulai dari pemula hingga mereka yang \u003Cem>expert\u003C/em>. Ini dikarenakan sintaks Python yang \u003Cstrong>sederhana\u003C/strong> sehingga bisa disusun sedemikian rupa menjadi sesuatu yang kompleks dan berguna.\u003C/p>\n\u003Cp>Beberapa kegunaan bahasa Python antara lain:\u003C/p>\n\u003Cul>\n\u003Cli>Belajar pemrograman\u003C/li>\n\u003Cli>Pengembangan web\u003C/li>\n\u003Cli>Pengembangan game\u003C/li>\n\u003Cli>Pengembangan perangkat lunak\u003C/li>\n\u003Cli>Perhitungan dan penelitian\u003C/li>\n\u003Cli>Kecerdasan buatan dan \u003Cem>machine learning\u003C/em>\u003C/li>\n\u003C/ul>\n\u003Cp>Daaan masih banyak yang lainnya...\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"kenapa-harus-belajar-python\">Kenapa Harus Belajar Python?\u003C/h2>\n\u003Cp>Pertanyaan ini silahkan dijawab sendiri-sendiri ya hehe...\u003C/p>\n\u003Cp>Yang jelas Python ini sangat cocok untuk belajar konsep dasar pemrograman. Apalagi bahasa ini mudah dipelajari karena sintaksnya yang sederhana dan mudah dibaca. Walaupun begitu fungsinya tidak kalah dengan bahasa lain yang lebih kompleks.\u003C/p>\n\u003Cp>Berdasarkan pengalaman, python juga banyak digunakan di beberapa jurusan kuliah loh. Bahkan diluar jurusan informatika, sistem informasi, dan sejenisnya. Beberapa teman anak teknik industri bahkan teknik pertanian juga mempelajari Python. Kurang tahu juga digunakan untuk apa tetapi sepertinya digunakan sebagai alat pengolah data (pengganti matlab mungkin?).\u003C/p>\n\u003Cp>Sekedar belajar untuk menambah pengetahuan atau sekedar hobi juga sah-sah saja  Python itu menyenangkan untuk dipelajari, dan kalau kalian cukup kreatif bisa jadi menghasilkan sesuatu dari ketikan kode kalian. Daripada waktu luang dipake maen game mending coba buat game yakan hehe...\u003C/p>\n\u003Ch2 id=\"penutup\">Penutup\u003C/h2>\n\u003Cp>Mungkin cukup sekian untuk perkenalan dengan bahasa Python-nya. Semoga bermanfaat \u003C/p>\n\u003Cp>Selanjutnya kita akan coba untuk melakukan \u003Ca href=\"https://invasikode.com/menginstal-python-3-di-windows-dan-linux/\">instalasi Interpreter Python 3\u003C/a> di perangkat kita masing masing. See ya..\u003C/p>\n","",[125,138,153,165],{"id":126,"title":127,"slug":128,"excerpt":129,"thumbnail_image":130,"tags":132},"46","Mengapa C Mulai Ditinggalkan: Duel Filosofi Keamanan Rust vs Kesederhanaan Zig","mengapa-c-mulai-ditinggalkan-duel-filosofi-rust-vs-zig","Pernah denger kalau sekitar 70% celah keamanan kritis software modern itu asalnya dari bahasa C? Iya, bahasa yang udah jadi fondasi internet ini 😅. Yuk, kita bedah duel filosofi Rust vs Zig dan cari tahu mana yang pas buat proyek kalian!",{"id":131},"1942a5c9-c1f6-476d-9913-768f78d9d8eb",[133,134,135,136,137],"system-programming","rust","zig","c","memory-safety",{"id":139,"title":140,"slug":141,"excerpt":142,"thumbnail_image":143,"tags":145},"45","Rate Limiting Algorithms: Token Bucket vs Leaky Bucket vs Sliding Window","rate-limiting-algorithms-token-bucket-leaky-bucket-sliding-window","Udah tahu kenapa *rate limiting* itu wajib, tapi masih bingung beda Token Bucket, Leaky Bucket, Fixed Window, dan Sliding Window? Yuk, kita adu empat algoritma ini bareng-bareng dan cari tahu mana yang paling pas buat API kalian!",{"id":144},"0e0ed26d-20c6-443c-bde1-4a6200f6f801",[146,147,148,149,150,151,152],"backend","system-design","rate-limiting","redis","api-gateway","architecture","traffict-management",{"id":154,"title":155,"slug":156,"excerpt":157,"thumbnail_image":158,"tags":160},"44","Transactional Outbox Pattern: Solusi Konsistensi Database dan Message Broker Tanpa 2PC","transactional-outbox-pattern-konsistensi-database-message-broker","Pernah nggak kalian lihat pesanan udah masuk database, tapi email konfirmasinya nggak pernah kekirim? Itu gejala *dual-write problem*. Yuk, kita bedah Transactional Outbox Pattern biar data dan *event* kalian nggak lagi berselisih paham!",{"id":159},"e3c617fd-1486-4b82-b937-94fbec846c77",[146,161,151,162,163,147,164],"microservices","database","message-broker","postgresql",{"id":166,"title":167,"slug":168,"excerpt":169,"thumbnail_image":170,"tags":172},"43","Dead Letter Queue (DLQ) & Retry Policy: Menyelamatkan Pesan Nyasar di RabbitMQ Tanpa Bikin Worker Macet","dead-letter-queue-retry-policy-rabbitmq-resilient-messaging","Pernah nggak sih, *worker* kalian nolak satu pesan terus-terusan sampai CPU melonjak 100%? Itu namanya *poison message loop*, jebakan klasik di RabbitMQ. Yuk, kita bahas cara pasang *retry policy* dan *dead letter queue* yang bener!",{"id":171},"6c0a7ead-4841-4073-b29e-df7ae0f2aa3c",[173,163,146,151,161,174,51],"rabbitmq","async",[176,180,183,186,189],{"text":177,"depth":178,"id":179},"Apa sih Python itu?",2,"apa-sih-python-itu",{"text":181,"depth":178,"id":182},"Sejarah Bahasa Python","sejarah-bahasa-python",{"text":184,"depth":178,"id":185},"Fungsi Bahasa Python","fungsi-bahasa-python",{"text":187,"depth":178,"id":188},"Kenapa Harus Belajar Python?","kenapa-harus-belajar-python",{"text":190,"depth":178,"id":191},"Penutup","penutup",1791045064405]